Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Anak-anak di Kapuk Muara

 memancing di kubangan limbah

memancing di kubangan limbah

 

 ..anak-anak yang bermain di kawasan Kapuk Muara Jakarta Utara mungkin tidak sadar bahwa bermain-main dengan air yang mengalir di sungai yang jaraknya hanya 1 meter dari tempat tinggal mereka bisa membahayakan. Anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun memang sedang senang mencoba berbagai hal, termasuk bermain air,  yang sayangnya sudah tercemar timbal berat.

….Kapuk Muara merupakan contoh dari salah satu pemukiman di Jakarta Utara yang sebenarnya tidak layak untuk dijadikan tempat bermukim oleh manusia. Kondisi tanah di wilayah tersebut secara berkala terus mengalami penurunan, diperburuk oleh konsidi air tanah yang sudah mengalami perembesan dari laut dan asin, dan air tercemar yang mengalir di got dan sungai dengan kondisi hitam pekat karena tercemar…………..

 Coba ! Pegang sedikit air itu dan ..akan  terasa bau nya yang menusuk, hitam,  agak lengket, dan berminyak. kandungan limbah pada air yang mengalir di got-got beberapa kelurahan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat bukan hanya hasil dari pembuangan sampah masyarakat Jakarta saja, namun juga hasil buangan  industri, yang sayangnya (selalu) luput dari prodedur pengawasan AMDAL pemda.

Aliran sungai di Kapuk Muara
Aliran sungai di Kapuk Muara

Selain mencemari aliran sungai hingga teluk Jakarta, air yang tercemar ini juga jelas merupakan sumber penyakit bagi penduduk yang tinggal di sekitar aliran sungai. Sumber air minum bagi penduduk di wilayah yang mendekati teluk Jakarta adalah air bersih yang dijajakan dengan harga sekitar 3000 rupiah per galon. Untuk mandi dan mencuci, penduduk menggunakan air sumur bor. Air sumur bor hanya layak untuk digunakan mencuci dan keperluan lain, karena rasanya yang asin akibat perembesan air laut. Kerusakan di sepanjang pantai Jakarta, telah menyebabkan banyak masalah bagi warga Jakarta, terutama yang tinggal di kawasan marginal di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, seperti  kesulitan mendapatkan air bersih dan banjir ketika musim hujan tiba, ..termasuk para penduduk di Kapuk Muara.  

..mungkin saat ini PErhatian Pemda DKI  lebih diberikan pada penduduk yang tinggal di kawasan elit Pantai Indah Kapuk, atau apartemen-apartemen di Ancol,….mungkin…karena fakta bahwa beberapa penduduk yang tinggal di kawasan marginal Kapuk Muara adalah penduduk pendatang dan kawasan bukan merupakan kawasan peruntukan tempat tinggal, maka kesehatan dan kebutuhan asasi penduduk bukan menjadi prioritas pemda DKI. Yang  jelas, sebenarnya kesehatan dan hak tinggal dengan layak adalah hak semua warga negara…., dan anak-anak, karena mereka layak mendapatkan masa depan yang lebih baik…..

JAKARTA YANG KOSONG

….mungkin hanya 3 atau 4 kali dalam setahun, kita bisa menikmati menyetir dari pasar minggu ke rawamangun hanya dalam 30 menit….

 …dan itu adalah kalo jakarta lagi libur nasional dalam waktu yang lama seperti cuti nasional lebaran atau natal n tahun baru seperti kemarin.

sisanya ya…merayap. Rata-rata jarak tempuh dari 1 kilometer di jakarta saat macet adalah 30 menit. Untuk sampai ke kantor di Sudirman, seorang pengendara mobil dari bekasi bisa menghabiskan waktu 3 jam ! sama dengan jarak tempuh ke bandung!  orang  jakarta tua di jalan.. bayangkan berapa banyak waktu dalam setahun yang dibuang oleh orang  jakarta untuk memandangi aspal …

Kalo seseorang butuh 3 jam untuk pergi ke tempat kerja,  dan pulang butuh 3 jam (juga) dan dia bekerja 5 hari dalam seminggu, plus 1 hari untuk  hang out, maka dalam 1 minggu dia mengghabiskan 54 jam. Dalam satu bulan dia menghabiskan 224 jam. dalam setahun dia menghabiskan 2688 jam. 

Jika dalam setahun yang berisi 365 hari  ’hanya’ ada 8760 jam..artinya orang jakarta menghabiskan seperempat hidupnya berada di jalan ! Selama bertahun-tahun pula!  kaya gak ada kerjaan lain aja!     pantas banyak orang jakarta yang stress……….ya gak :(

Itu baru dari sisi efisiensi waktu. Belum lagi dari sisi polusi. Data WHO menunjukkan bahwa tingkat pencemaran timbal  di jakarta sudah diatas ambang batas aman, alias sudah membahayakan. Timbal hasil buangan kendaraan dapat  masuk ke dalam tubuh melalui beragam
cara, diantaranya pernafasan, pencernaan, kulit.  Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang berada di  dalam udara yang tercemar timbal, seperti jalan raya.

Bayangkan lagi ! Bagaimana tingkat pencemaran seorang pengendara sepeda motor yang menghabiskan  6 jam waktunya di jalan raya ; seorang kenek atau sopir mikrolet ; atau kita yang naik kendaraan umum setiap hari :(

…andaikan jakarta cuti nasional tiap hari…andaikan jakarta memiliki transportasi massal yang lebih manusiawi…andaikan semua orang di jakarta pindah kerja ke luar kota…dan jakarta tetap kosong….seperti kemarin….:)

Hanya butuh waktu 5  jam,  terutama  bila pohon itu terletak ditengah kota. Cukup menggunakan gergaji kayu, dan…brrr…dimutilasilah si pohon menjadi potongan-potongan kecil.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menumbuhkan sebuah pohon menjadi setinggi yang sering kita lihat di pinggir jalan ? ..bisa sampai 10 tahun…bahkan ratusan tahun.

bulan lalu,  15 menit take off dari banjarmasin, saya sempat heran, kok kalimantan yang katanya areal hutan terluas didunia itu hanya berisi dataran payau warna coklat, ..hmm tidak terlihat pohonnya sama sekali. ….hari ini, tempat favorit saya, gramedia depok juga berubah jadi gundul. Alasannya : pihak pengelola menebang pohon di depan toko mereka karena sudah terlalu rimbun dan takut tumbang. ..gak salah sihhh,…kan bahaya kalo ada orang ketimban pohon waktu sedang berteduh karena kehujanan….

hanya, bumi ini bukan cuma milik kita,  ….., dan untuk keberlangsungan spesies manusia hanya bisa terjaga selama masih ada pepohonan dan spesies lain….untuk 1 pohon yang tertebang, kita punya tanggung jawab untuk  menanam 1 pohon lagi. .

selamat datang

halo, selamat datang

ini cuma satu keinginan…boleh jadi nanti setelah kita semua mati baru keinginan ini tercapai…bumi yang hijau…untuk bumi yang ada sebelum kita ada

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.