….mungkin hanya 3 atau 4 kali dalam setahun, kita bisa menikmati menyetir dari pasar minggu ke rawamangun hanya dalam 30 menit….
…dan itu adalah kalo jakarta lagi libur nasional dalam waktu yang lama seperti cuti nasional lebaran atau natal n tahun baru seperti kemarin.
sisanya ya…merayap. Rata-rata jarak tempuh dari 1 kilometer di jakarta saat macet adalah 30 menit. Untuk sampai ke kantor di Sudirman, seorang pengendara mobil dari bekasi bisa menghabiskan waktu 3 jam ! sama dengan jarak tempuh ke bandung! orang jakarta tua di jalan.. bayangkan berapa banyak waktu dalam setahun yang dibuang oleh orang jakarta untuk memandangi aspal …
Kalo seseorang butuh 3 jam untuk pergi ke tempat kerja, dan pulang butuh 3 jam (juga) dan dia bekerja 5 hari dalam seminggu, plus 1 hari untuk hang out, maka dalam 1 minggu dia mengghabiskan 54 jam. Dalam satu bulan dia menghabiskan 224 jam. dalam setahun dia menghabiskan 2688 jam.
Jika dalam setahun yang berisi 365 hari ’hanya’ ada 8760 jam..artinya orang jakarta menghabiskan seperempat hidupnya berada di jalan ! Selama bertahun-tahun pula! kaya gak ada kerjaan lain aja! pantas banyak orang jakarta yang stress……….ya gak
Itu baru dari sisi efisiensi waktu. Belum lagi dari sisi polusi. Data WHO menunjukkan bahwa tingkat pencemaran timbal di jakarta sudah diatas ambang batas aman, alias sudah membahayakan. Timbal hasil buangan kendaraan dapat masuk ke dalam tubuh melalui beragam
cara, diantaranya pernafasan, pencernaan, kulit. Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang berada di dalam udara yang tercemar timbal, seperti jalan raya.
Bayangkan lagi ! Bagaimana tingkat pencemaran seorang pengendara sepeda motor yang menghabiskan 6 jam waktunya di jalan raya ; seorang kenek atau sopir mikrolet ; atau kita yang naik kendaraan umum setiap hari
…andaikan jakarta cuti nasional tiap hari…andaikan jakarta memiliki transportasi massal yang lebih manusiawi…andaikan semua orang di jakarta pindah kerja ke luar kota…dan jakarta tetap kosong….seperti kemarin….:)